Liam Neeson Pesimis Film Taken 4 Akan Diproduksi - Cinema 21


24 September 2014

Posted By: Eko Satrio Wibowo

Liam NeesonLiam Neeson memang sangat identik dengan perannya sebagai Bryan Mills di film Taken. Sejauh ini ia pun telah memerankan tokoh mantan agen CIA tersebut sebanyak dua kali, yaitu di Taken (2008) dan Taken 2(2012). Namun ternyata, sang aktor berharap film action tersebut cukup sampai seri ketiga saja dan akan rilis tahun depan.


Sang aktor tak berpikir untuk kembali memerankan Bryan Mills untuk keempat kalinya. Ketika ditemui bersama dengan Forest Whitaker yang berguyon soal bakal kembalinya ia berperan di Taken 4, Liam Neeson mengatakan, "Itu adalah cerita bagus yang menyenangkan," ujarnya kepada USA today. Tapi, Neeson melanjutkan, "Tapi saya pikir ini (Taken 3) adalah yang terakhir," tegasnya.

Padahal sebelumnya, tepatnya di tahun 2012, Liam Neeson meragukan soal ide adanya film Taken 3. Ia mengaku tidak bisa melihat kemana arah cerita versi ketiga film tersebut. Seperti kita ketahui di film Taken (2008) dan Taken 2 (2012) anak dan istri dari Bryan Mills secara bergantian diculik oleh penjahat.


Dilansir dari Digitalspy, kurang lebih Neeson saat itu mengatakan, "Aku tidak melihat film ketiga akan dibuat. Saya tidak berpikir itu akan terjadi. Sungguh tidak," paparnya. "Aku tidak bisa melihat kemungkinan kemana skenario akan dibawa ke penonton? Ayolah, apa ia (anak atau istrinya) akan diculik lagi?," pungkasnya meragukan.


Di film Taken 3 nanti cerita akan sedikit berubah, tetapi tetap dengan gaya seperti dua film sebelumnya. Kali ini diceritakan Bryan Mills yang merupakan pensiunan CIA akan dijebak dalam sebuah kasus pembunuhan. Famke Janssen dan Dougray Scott juga dipastikan akan kembali bermain di sekuel ketiga ini.


Taken 3 akan dirilis pada 8 Januari 2015 di Inggris dan 9 Januari 2015 di bioskop Amerika Serikat.





Mau gossip terhangat

langsung di HP Kamu?

Ketik: gossip

Kirim ke: 2121


Tarif : 1000/sms

Semua operator

kecuali

Esia, Flexi, Hepi dan Starone







Source: 21cineplex.com

Komentar